#ThesisRandom : Bikin Proposal Enam Minggu


Bulan September, mungkin saya bisa mengatakan bahwa saya sudah memasuki tahap penulisan proposal dengan lebih baik. Saya mendapatkan banyak komentar dari dosen dan saya simpan itu semua sebagai bahan belajar. 
Komentar pertama beliau jelas seputar grammar saya yang masih kacau balau. Namun, sedikit demi sedikit alhamdulillah semua bisa teratasi. Demikian pula dengan struktur kalimat saya yang maish acak-acakan. 

Setiap apa yang saya lakukan di sini adalah proses belajar. 
Saya bahkan pernah berada di masa-masa jenuh mengerjakan proposal. Dua minggu ditinggal dosen karena beliau mengikuti konferensi di Korea merupakan waktu yang cukup bagi saya belajar mandiri dan juga introspeksi diri terhadap semua revisian yang beliau berikan.
Setiap bertemu, saya hanya menanyakan hal yang sama, "Pak, kapan saya bisa presentasi."
"We can talk about it in the next meeting."
Saya sudah terbiasa dengan bahasa tersebut dan ini adalah cara untuk melatih kesabaran saya juga.
Total ada 5 kali revisi yang saya alami selama enam minggu ini. Akhirnya, tanggal 1 Oktober pukul 16.00 saya pun start-presentation. Di sini, saya hanya dituntut paham apa yang akan saya lakukan, saya jabarkan kepada teman-teman saya, dan mereka pun memberikan banyak masukan yang sangat berguna bagi saya dan penelitian saya.
Hal yang paling saya ingat ketika melewati tahap demi tahap revisi adalah saya diberi kesempatan baca lebih banyak sumber literasi, bersabar.
Kadang saya juga sempat menangis padahal ini baru saja tahap proposal. Banyak hal yang saya tidak tahu, banyak hal yang khawatirkan, banyak hal lainnya. Tapi, berkat bantuan teman-teman saya bisa melewati tahap ini.
Hari presentasi pun tiba, awalnya saya berpikir tidak akan ada yang datang. Namun, teman-teman perkuliahan yang berada di thesis track yang sama dengan saya pun hadir. 
Saya sempat bergurau, "Hei guys, why all of you are here??"
Mereka hanya menjawab dengan gurauan juga, "We got an invitation. We wanna watch you. I wanna critize your thesis project because I hate you!"
Semua itu membuat rasa gugup sedikit hilang. 
Dengan presentasi proposal bukan berarti semuanya sudah selesai, banyak hal lain yang harus saya siapkan. 
  • Pulang ke Kendari, dengan kabar bahwa Sulawesi tengah dilanda bencana tsunami, dan juga di provinsi tempat tinggal saya, dua kali merasakan gempa.
  • Perbaiki daftar wawancara, kuesioner, dan tabel observasi untuk penelitian.
  • Menghubungi beberapa narasumber terkait.






Awalnya saya sedikit khawatir ketika mengambil thesis track ini, saya mungkin akan sendirian. Tapi, alhamdulillah banyak teman-teman yang bantu sejauh ini. Banyak juga yang kasih dukungan dengan memberikan makan, karena sejak revisian-revisian terakhir, saya sudah tidak sempat mengatur makanan. Hanya mengandalkan belas kasihan teman, *sedih amat ya??

Tapi, apapun itu, dimana pun itu, memang benar, "Semua ini tentang proses."

Bismillah. Menuju tahap pengumpulan data!!!

Cheers,

Istiqomah


No comments:

Post a Comment