#ThesisRandom : Selembar Ide Penelitian


Kepada siapa saja yang membaca tulisan ini.


Saya akhirnya memutuskan untuk membuat catatan online tentang aktifitas pertesisan saya. Semata-mata sebagai saranan melampiaskan perasaan dan semua yang saya alami selama mengerjakan tesis ini. Jika dirunut ke belakang, saya teringat, dulu saya sempat khawatir untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Menulis tugas dan tesis tentu dalam bahasa Inggris. Asal teman-teman tahu, bahasa Inggris saya tidak ada apa-apanya, belajar bahasa Inggris di Pare, tes IELTS 2 kali, dan 3 kali tes TOEFL ternyata tidak seberapa dengan realita yang ada ketika melanjutkan perkuliahan di luar negeri. 


Saya juga sempat berpikiran untuk melanjutkan pendidikan di kampus dengan sistem course work, namun Tuhan berkata lain, mungkin Dia tahu bahwa yang terbaik untuk saya adalah berkuliah di kampus dengan sistem perkuliahan by research. Dan akhirnya saya kuliah di Wageningen University and Research

Saat ini saya memasuki tahap proposal tesis, saya sudah menghubungi dosen yang saya sukai secara kepribadian karena beliau begitu baik selama perkuliahan, topik yang diajar pun menarik, yakni tentang Ekosistem. Ketika periode 5 berakhir, saya pun langsung mengirimkan email, berisi informasi bahwa saya ingin dibimbing oleh beliau, jika beliau memiliki proyek penelitian, saya juga bersedia untuk ikut diproyek tersebut. Beliau meresponnya, dan memberitahu akan dibuatkan pertemuan singkat bersama teman-teman lainnya yang ingin mengambil tema yang sama. 
Akhirnya pertengahan bulan Mei, saya, David, Daan, Best, dan Mira bertemu. Bapak dosen tersebut menjelaskan proyek beliau di Spanyol dan Maroko. Kami begitu antusian mendengarkan pemaparan beliau. 

Namun, ada kendala yang akan saya alami ketika melakukan penelitian tersebut. Kendala tersebut adalah bahasa Spanyol dan atau Arab/Prancis untuk melakukan penelitian di tempat yang menjadi lokasi proyek penelitian dosen saya tersebut.

Bulan Juni, saya mengabarkan beliau bahwasanya saya ingin mengambil topik penelitian saya sendiri. Alasannya sederhana : Saya berkuliah di sini dibiayai oleh pemerintah negara saya, mana mungkin saya tega menggunakan dana beasiswa saya untuk melakukan penelitian untuk negara lain. 
Dosen tersebut merespon dengan bijak, menyuruh saya mengirimkan file ide penelitian yang akan saya lakukan. 

Bulan Juni saya mengirimkannya dan bertemu dengan dosen saya tersebut. Namun, dua hari sebelum pertemuan saya tersadarkan bahwa dana penelitian saya hanya sepersekian persen yang dapat saya gunakan untuk akomodasi maupun transportasi, dan jelas ini kurang untuk transportasi perjalanan saya melakukan penelitian di negara saya. Ketika bertemu dosen tersebut, saya mengabarkan berita ini, dengan pelan-pelan saya juga menyampaikan niat saya untuk mengikuti proyek beliau. Sayangnya, sudah ada empat orang mahasiswa yang bergabung untuk proyek tersebut. 
Beliau pun memberi nasehat positif agar saya jangan menyerah, beliau menyarankan untuk mencoba mencari research fee lainnya. Ya, berkat kata-kata beliau saya pun menetapkan hati utuk tetap mengerjakan ide penelitian saya. 

Beliau pun berpesan agar proposal atau draft selanjutnya yang saya kirim jangan hanya selembar. Memang saat itu, saya hanya mengirim ide proposal selembar dan dengan font ukuran 14. Saking semangatnya saya untuk melakukan penelitian, saya pun mengajukan diri untuk memulai penelitian (proposal) pada bulan Juli. Sayangnya, dosen saya menyuruh saya untuk beristirahat dulu dan mengambil liburan di summer break bulan Juli hingga Agustus. Saya kemudian bilang ke beliau akan mengirimkan draft proposal pertama saya di pertengahan bulan Agustus. Selain berpesan agar tidak mengirim tulisan hanya selembar tapi minimal dua lembar, beliau juga menyarankan saya untuk membuka website chair group untuk mengetahui format penulisan proposal. Selain itu, saya menghubungi Ulfa, mahasiswa yang telah selesai mengerjakan tesis dengan topik yang sama, ekosistem, untuk berdiskusi dengan dia tentang proses penelitian dan lain sebagainya.
Dan secara resmi, penelitian saya pun akan dimulai di bulan Agustus. 

Kepada teman-teman yang membaca tulisan saya ini. Mohon doa kalian, agar proses penelitian saya lancar dan senantiasa dimudahkan dalam segala urusannya. Bismillah!

foto ini saya kirimkan ke Umi saya ketika masih berada di kampus untuk merevisi proposal


Rangkuman proses

Bulan April : Menghubungi dosen
Bulan Mei : Bertemu dosen, untuk membahas proyek penelitian beliau
Bulan Juni : Memutuskan untuk memilih topik sendiri, mengirim draft ide, dan bertemu dosen. 
Bulan Juli : Rehat untuk liburan
Bulan Agustus : Memulai Proposal

No comments:

Post a Comment