#JalanRandom dan #RandomTips: Summer Break ala Hijaber Nekat

Halo, jadi sekarang sejak tanggal 7 Juli sampai kira-kira bulan depan, di kampus saya sedang libur musim panas nih. Soalnya banyak yang tanya, "Isti enak ya jalan-jalan terus?" Yaa Alhamdulillah, baru dapat liburan soalnya setelah dari bulan Januari sampai awal Juli kuliah dan tidak ada jadwal libur panjang seperti ini. Tidak apa-apa kan ya?




Saya sendiri mengajak Laila untuk berlibur bersama, karena kami telah mengajak teman liburan #WinterBreak kemarin tapi mereka semua sudah ada planning untuk jalan juga dengan teman-teman yang lain. Jadilah kami berdua orang yang paling telat untuk mengatur segala perjalanan. Kami mengaturnya disela-sela waktu kuliah, bahkan saya harus disibukkan dengan kegiatan European Workshop, sedangkan Laila juga dengan Project di Food Science periode terakhirnya. 

Nyaris tiga atau dua minggu sebelum berangkat baru kami bisa membuat kasaran rute perjalanan, dan seminggu sebelumnya baru membeli tiket-tiket perjalanan dan itu pun belum semua tiket perjalanan.

Akhirnya hari itu tiba, tanggal 11 Juli kami berangkat dari pagi-pagi sekitar pukul 8 pagi saya sudah meninggalkan housing menuju Ede-Wageningen Station. Oh ya, sekalian saya buat itinerary perjalanan saya dan Laila di sini, berhubung beberapa teman banyak yang menanyakannya. Untuk spesifik per-lokasi yang kami kunjungi, saya akan buatkan tulisan tersendiri termasuk dengan beberapa kesan mendalam yang kami rasakan. Sebenarnya, rute perjalanan kami meliputi Santorini, namun karena saat itu harga tiket sudah cukup melambung sehingga kami tidak memasukkan negara favorit untuk musim panas ini dalam list kami. Ngomong-ngomong, kami membeli tiket perjalanan dengan maskapai RyanAir dan Transavia, dua maskapai ini lumayan buat low budget traveller di Europe, bahkan saya juga mendapatkan tiket seharga 35euro atau sekitar 400-500 ribu rupiah, dan tempat menginap kami pun ada yang seharga 14euro yang kami bagi berdua juga. 

Italy (11 Juli - 14 Juli)

Negara yang pertama kami kunjungi adalah Italia dan beberapa lokasi yang kami meliputi; 
  • Pisa (Menara Pisa)
  • Livorno (Lokasi kami menginap)
  • Roma (Colloseum, Fontana di Trevi, Piazza Novana)
  • Florence (Duomo, Michelangelo, Jembatan Vecchio, Palazzo Vecchio)
  • dan kembali ke Pisa







Spanyol (14 Juli - 17 Juli)

Negara yang terkenal akan kebudayaan Islam di masa lampau ini menjadi destinasi kedua kami. Kami pun mengunjungi; 
  • Madrid
  • Cordoba (Mezquita - Catedral Cordoba, Jembatan Romano, Calleja de las Flores, Romano Temple, kami juga sempat kebeberapa tempat lainnya, sayangnya waktu kami tiba lokasi tersebut sudah tertutup jam berkunjungnya)
  • Seville (Plaza de Espana)
  • Granada - Alhambra (Generalife)
  • kembali ke Madrid



Maroko (17 Juli - 21 Juli)

Akhirnya, kami melangkahkan kaki di salah satu negara Afrika Utara yang terkenal akan wisata saharanya, sayang kami tidak memiliki waktu yang cukup banyak untuk merasakan bermalam di padang pasir sahara. Dengan keterbatasan waktu dan sisa tenaga yang ada, kami pun mendapatkan beberapa lokasi spot yang menjadi destinasi para turis. 
  • Marrakesh (Medina, Koutobia Mosque)
  • Chefchouen 
  • Kembali ke Marrakesh (Riding Camel)


Dan tanggal 21 Juli pun kami kembali ke Eindhoven. 


Kalau dibilang lelah, jelas lelah, tiap hari non-stop kami berjalan, kami pun hanya tidur di tempat penginapan selama beberapa jam mungkin sekitar tiga hingga lima jam, tidur di kereta, bus dan pesawat, dan kami sempat tidur di halaman bandara. 

Tips untuk kalian!

Sekedar tips untuk teman-teman khususnya perempuan yang ingin melakukan perjalanan;
  • Pilihlah teman yang asik. Mungkin banyak yang ingin solo travelling, tapi kalau kalian ingin melakukan perjalanan bersama teman pun harus teman yang asik, atleast ketika sedang sedih-sedihnya kalian bisa saling menghibur satu sama lain. Selain itu, kalau bisa temannya yang bisa membaca peta dari google maps. Ini sangat membantu secara bergantian sebagai penunjuk arah.
  • Bawa pakaian yang secukupnya saja. Saya hanya membawa sekitar lima baju dan tiga bawahan yang saya ganti-ganti tiap hari, untuk jilbab memang saya bawa lebih sehingga tidak terlalu terlihat mengenakan pakaian itu itu saja. Dan saya hanya membawa koper kabin karena saya sayang punggung dan tidak punya keril untuk menampung segala perlengkapan
  • Powerbank itu penting! Saya merasakan sekali ketika di Maroko keadaan fasilitas terbatas, dengan kereta api selama 10 jam lebih tanpa sarana colokan untuk sekedar men-charge ponsel dan kamera.
  • Cek terlebih dahulu provider internet yang digunakan di sana. Ketika di Maroko, saya harus membeli kartu provider baru karena kartu yang saya gunakan selama ini akan dikenakan charge 9euro/MB dan harga itu cukup mahal bagi saya.
  • Bawa boncabe sebagai penambah cita rasa makanan.
  • Cek persyaratan kabin bagasi seperti maksimum liquid yang diijinkan. Untuk perjalanan ini saya menggunakan RyanAir yang cukup ketat masalah cairan yang bisa dibawa di koper kabin.
  • Pakai cincin lah biar tidak digoda orang-orang, ini kata si Laila sih
  • Berdoa terus dan saling menjaga satu sama lain.
  • Bawa makanan yang awet sebagai lauk selama perjalanan.
  • Pakaian dalam kudu bawa lumayan banyak
  • Cek situasi lokasi tempat tujuanmu baik dari website maupun bertanya ke teman-teman yang sudah kesana. Misal ketika sebelum ke Maroko saya banyak mendengar cerita kurang asik seperti : Maroko itu tidak aman bagi traveller perempuan, nah saya pun mempersiapkan segala mungkinan dengan membaca beberapa situs dan menanyakan informasi lengkapnya dari Kak Namira yang sudah ke Maroko. 
  • Pelajari beberapa kosa kata. Selama saya berpergian saya menggunakan beberapa kosa kata Jepang, Korea, Bahasa Inggris, dan Arab. Dan ini saya gunakan untuk berbasa basi kepada para traveller lainnya yang hendak saya mintai tolong. Beberapa kota yang saya kunjungi sangat minim penduduknya yang bisa menggunakan bahasa Inggris.
  • Sunblock or sunscreen, ingat ini summer.
Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat teman-teman.

No comments:

Post a Comment