#RandomTalk: Reducing Food Waste

Selama seminggu terakhir ini saya melihat adanya selebaran di kampus saya tentang Reducing Food Waste untuk hari Anti-Food Waste Day! di beberapa mading kampus. 
Saya sudah membaca beberapa informasi mengenai kegiatan ini, jadi dalam acara Anti-Food Waste Day! akan bekerja sama dengan beberapa organisasi dan restaurant untuk saling berbagi strategi untuk mengurangi sampah makanan. 

Sumber : https://www.facebook.com/events/1578814382203102/
"From our farms to grocery stores to dinner tables, 30 percent of the food we grow is never eaten...... but what can be done?
We are bringing together restaurants and organisations to show what their strategies to reduce food waste are, but we also want to hear what your strategies are.
Join us first at the info-market at Forum stage from 12:00 - 14:30 to learn and share ideas with other people, restaurants and organisations about food waste reduction. After that we will actually reduce food waste together by creating a disco-soup* at THUIS (Stationsstraat 32 / 6701 AM / Wageningen. Suggested donation = €2), from 18:00 - 21:00.
See you there!!
S&I - Wageningen Foodsharing - DWARS - WEP"
 


Nah, sebenarnya di Wageningen sendiri sudah ada komunitas yang konsisten untuk mengurangi sampah makanan dengan cara Food Sharing. Food Sharing sendiri saling berbagi makanan kepada teman atau orang lain di grup tersebut. Ada beberapa jenis makanan  yang biasa mereka sharing, seperti roti, bumbu-bumbu, kue, sayuran, buah dan bahan mentah maupun makanan yang sudah jadi lainnya. Makan-makanan ini biasa disimpan di THUIS Wageningen, sehingga seluruh warga Wageningen dan sekitarnya bisa mendapatkan makanan tersebut disana.

Ini adalah tampilan group facebook food sharing, saya sendiri sudah beberapa kali mendapatkan bahan makanan dari komunitas ini seperti paprika, sayuran, zukini, dan lain-lain. Jika bertanya dari mana sumber bahan makanan tersebut, yaah beragam, ada dari personal ada pula dari restoran sekitar.

Disisi keterangannya, tertulis bahwa, 
"Foodsharing Wageningen tries to reduce food waste in Wageningen and surroundings and to create a comunity by various means. We organise activities and cooperate with several shops and local organisations. Your suggestions are very welcome!
This platform on Facebook allows students and others to share food and information on the topic of food waste with others. Posts should preferably be in both English and Dutch so that everyone (students and non students) understand it.
"

Food sharing Wageningen berusaha untuk mengurangi sampah dari makanan di Wageningen dan sekitarnya dengan membentuk komunitas dengan tujuan yang beragam. Kami mengatur kegiatan dan bekerjasama dengan beberapa toko dan organisasi lokal. 

Saya salut terhadap tujuan komunitas ini, kadang kita itu membeli bahan makanan yang amat sangat berlebihan dan terkadang sebelum digunakan justru menjadi sampah karena kadaluarsa. Di komunitas ini secara tidak langsung mengajarkan kita untuk saling berbagi, selektif membeli bahan makanan apalagi yang fresh dan tidak ada pengawet tentunya tidak bisa bertahan cukup lama, dan juga untuk mereduksi sampah organik yang bisa jadi kita tidak sempat untuk mengolahnya lagi (menjadi pupuk kompos dll).

Saling Berbagi

Dengan saling berbagi makanan sebenarnya, kita secara tidak langsung mengurangi sampah makanan atau makanan yang terbuang begitu saja (mubazir). Ada beberapa tipe orang ketika memasak, saya termasuk yang tidak bisa memasak untuk porsi kecil, sehingga kadang saya memasak sekali untuk saya makan selama beberapa kali makan, kadang bisa untuk tiga hingga empat hari. Tapi, saya juga biasanya mengajak teman saya makan bersama seperti ke Rika dan Kak Amel, kalo pas ada kelebihan. Menyelamatkan diri sendiri itu penting Wkwkwk.
Di food sharing ini juga saya sering melihat beberapa orang yang memiliki bahan makanan berlebih dan diposting dgrup sehingga siapa saja yang membutuhkan dapat mengambilnya secara cuma-cuma.
sumber: capture beberapa postingan di foodsharing

Selektif Membeli

Siapa yang tidak tergoda dengan diskonan dan harga murah???
Nah, saya termasuk salah satunya, beli satu gratis satu, atau dapat harga setengah, siapa yang yang mau, kan? Tapi kadang kita tidak sadar, kita tidak bisa mengkonsumsi atau mengolahnya dalam waktu singkat dan akhirnya barang belanjaan kita khususnya bahan makanan menjadi terbuang karena kadaluarsa.
Sehingga saya rasa kita harus bisa selektif dalam membeli bahan makanan, sesuaikan dengan kemampuan kita bukan cuma finansial tapi juga kemampuan mengolahnya. Kalo merasa tidak bisa mengolah lebih baik beli secukupnya, atau kalau sudah terlanjut beli dan sadar "kelebihan" bisa kembali ke point pertama saling berbagi

Reduksi sampah organik 

Ini yang menjadi salah satu tujuan utamanya yaitu mereduksi sampah. Saya cukup kagum terhadap pemikiran orang-orang disini untuk mencintai lingkungan. Saya memiliki salah satu teman yang seorang vegan, ini vegan loh bukan lagi vegetarian. Ketika saya tanya, "Kenapa memilih menjadi vegan? Kan enak bisa makan daging dan lain-lain." Jawaban mereka cukup simple, "Karena climate change dan ini adalah usaha saya melindungi lingkungan dan bumi,"
Salah satu dosen saya juga seorang vegan dan dia bangga akan hal tersebut karena itu adalah salah satu aksi yang dia lakukan untuk lingkungan.
Tapi buat kamu-kamu yang masih gemar mengkonsumsi daging, tidak usah khawatir, kita masih bisa berusaha mencintai bumi dan lingkungan dengan berbagai cara salah satunya yaitu mengurangi produksi limbah serta manajemen pengolahan limbah (memilah sampah dan memanfaatkannya).

Masak sesuai kebutuhanmu, membeli juga sesuai kemampuanmu.


Salam,

ishariatiz


1 comment: