Anak Tinggal, Anak Rantau, Anak Sekolah!

Halo, lama tidak menulis di blog ini. Saya ingin cerita kepadamu tentang bagaimana saya dulu bisa sekolah. Sebenarnya, alhamdulillah saya diberkahi kedua orang tua yang amat sangat mengedepankan pendidikan (well, kalo ada yang tanya: agama kok enggak? Bagi saya urusan agama menjadi konsumsi saya pribadi, bukan berarti saya tidak mengedepankan agama loh ya.) Untuk urusan pendanaan, orang tua saya akan baik-baik saja asal saya meminta untuk beli buku dan uang kursusan, jelas akan beda ketika saya minta sejenis elektronik pendukung seperti hape, saya teringat ketika saya ingin membeli handphone samsung yang qwerty and touchscreen, butuh waktu setahunan minta, dan tiga bulan baru searching harga, akhirnya saya hanya dikasih duit sejuta dan mau tidak mau saya pun beli hape bekas. Tapi bagi saya tidak apa-apa, hape bukan suatu hal yang amat sangat penting asal bisa berkomunikasi. Saya tidak akan membahasnya lagi.