Persahabatan itu Ibarat Enzim

Saya kasih judul demikian, karena saya merasa memang persahabatan itu sangat mirip dengan enzim. Enzim sendiri berasal dari gugusan protein dan nonprotein, nah jadi gak harus setipekan? Sama dengan persahabatan, kadang ada cowok-cewek, pendiam-cerewet, pemalas-rajin, pinter-cerdik.

Add caption


Saya sendiri punya hubungan seperti itu dengan teman-teman saya, saya punya best friends jago bahasa Inggris, bahasa Arab, suka dandan, olahraga, programming, bahkan mereka menerima saya yang tidak bisa apa-apa sampai bisa sedikit demi sedikit menyerap kemampuan merak, meskipun kemampuan make dan bahasa Arab seperti terpelanting ketika mendekat pada diri saya. Oh yaaa, teman-teman saya tahu kalau saya suka anime dan dunia 2 dimensi. Lebih tertarik dengan menonton dan dunia khayalan, tapi mereka tidak pernah menertawakan saya dengan maksud menghina. 

Okay berikutnya, mungkin anak-anak biologi tahulah, fungsi dari enzim itu sebagai biokatalisator alias untuk mempercepat suatu proses metabolisme. Samaaa dong dengan persahabatan, tidak ada namanya persahabatan yang melambatkan suatu proses yang tengah kita jalani. Dari pengalaman pribadi, proses saya menyelesaikan skripsi tidak lepas dari bantuan teman-teman, baik dari penyemangat supaya never give up, terus bantu-bantu abstrak, yang ingatkan kurangi dulu jadwal nontonnya kalau sudah selesai baru mau nonton Senin sampai Minggu tidak masalah. Aaaahhh, guys really miss you. 


Lanjuuut, hapus dulu air matanyaa. Kalau bicara tentang beginian hati Hayati emang suka lemah. Tisu mana tisu!!!
Dalam prosesnya banyak sekali yang menghambat proses kinerja enzim. Yaaah, kalau di persahabatan sama saja, mulai dari keegoisan, tidak peka terhadap situasi (ini sayaaaa, maaf teman-teman saya kadang kurang pekaa sama kalian), emosional, kelapangan hati menerima kekurangan dan kelebihan, tidak ada saling mengejek dan mengintimidasi sesama (kalau saya sama teman-teman bully untuk lelucon itu biasa, soalnyaaa kita bullynya tidak pakai hatiii hanya bercandaaa, you know laaah kalau sama best friends begituan hal biasaa). 
Persahabatan itu seperti lock and key alias gembok dan kunci. Jarang sekali yang klop, jarang sekali yang pas ngikat, jarang sekali menemukan sahabat yang pas di hati. Sangaaaat jarang!!!

Buat teman-temankuuu, sahabat-sahabat yang sudah setia di dekatku, di hatiku, dan meskipun jarak memisahkan tetap komunikasi kita terjaga.
Terimakasih, sudah tetap bertahan.
Lihat perubahan saya dari Istiqomah yang kalem, kemudian menjadi Istiqomah yang aktif di organisasi sampai-sampai rumahnya sudah pindah ke sekolah, kemudian akhirnya menjadi Istiqomah yang sedikit gila. Kalian akhirnya tetap menerima setiap transformasi kehidupan dan kepribadian saya.
Memang awalnya orang nilai saya kalem menghanyutkan. Coba makin lama mengenal kalian tidak akan bilang lagi saya kalem tapi gila. Tapi, alhamdulillah kalian bagai biokatalisator yang senantiasa membantu saya dalam segala proses perubahan yang lebih baik dan cemerlang meski sedikit gila. 

Komentar

BACA JUGA