Habis Suram Terbitlah Sumringah

Assalamu'alaikum.
Konnichiwa minna-san (saya ala-ala Jepangan hehe, udah bisa beberapa vocab Jepang sih jadi gegayaan dulu).

Sudah berapa lama yaa saya tidak update blog, pasti para pembaca dan penggemar setia blog saya merindukan postingan saya (kayak ada saja yang baca tulisan saya selama ini wkwkw).
Oh ya, tidak aktifnya saya selama ini disebabkan saya berada di zona yang benar-benar mewajibkan saya untuk stand by di dunia nyata demi melanjutkan petualangan hidup dalam penentuan kelulusan dari tahap universitas.
Padahal ya, proposal skripsi saya sudah diseminarkan sejak akhir tahun sekitar bulan Oktober 2014, kemudian saya galau dan tidak bisa move on. Galau akan apa yang harus saya lakukan, dan gak bisa bangkit. 
Lalu, saya kan jadi asisten lab Mekanika Fluida, yaa meskipun sebenarnya saya ambil mata praktikum yang termudah, tapi ternyata rumusnya bedaaa. Soalnya ini lab baru, dulukan sebelumnya MekFlud masuk di OTK, sekarang lab sendiri. Ah sudahlah, jadikan itu pelajaran hidup.
Lanjuut.
Nah, saya itu jadi asisten, ternyata otak saya gak bisa dibagi dua yaa macam cinta gitu gak bisa kebagi dua. Keinginan bisa jadi aslab dan kerjain penelitian, kenyataan gak mampu!
Jadilah saya ngaslab aja selama beberapa bulan, terus memastikan niat selesai aslab bakal penelitian. Nah, terkendala karena alat uji toksisitas lagi dipakai pratikum sama adek-adek sampai akhir Januari, jadinya mau gak mau antri alat dulu dong :D
Selesai antri alat, saya mulai serius!
Namuuuun, sempat tersendat karena limbah untuk penelitian gak ada, sama junior yang janjiin gak ada, sama temen katanya gak bisa kalau limbahnya sebanyak itu :'( saya nangis sejadi-jadinya pas pulang, curcol sampai di wisma UGM sama Mamski. 
Terus, pulang ada junior jurusan lain, langsung tanyain ada kenalan gak? Eh, dia bilang ada. Langsung sujud syukur deh yaa Allah, kemudian, hari Sabtu saya langsung otw menuju lokasi. Panas dan jarak bukan masalah untuk saya, yang penting maju terus!
Saya pun naik sepeda dari lokasi rumah deket Stadion Mandala Krida menuju dengan jiwa yang membawa ke Stadion Sultan Agung Bantul. Jauh sekali saudara-saudara, perjalanan sekitar 1.5jam - 2 jam lah, nyasar cari alamat selama sejam.
Berangkat jam 2 siang sampai jam 3.30an, terus sampai jam 5 gak nemu alamat, dari Barat stadion ke Selatan sampai ke Timur, akhirnya setelah tanya-tanya ke puluhan orang, akhirnyaaa kumenemukanmu...
Ketemuan sama yang punya industri selama 10 menit doang, terus pulang dan pas di jalan hujan. Udah berangkat kepanasan, pulang kehujanan, singgah di Jl. Tamsis beli mantel, baru pakai 15 menit hujannya berhenti. Mantelnya mahal pulaaa, dan sampai di Jl. Cendana, kaki rasanya gak kuat meroda, sempat berhenti-berhenti sih sejak masuk area Ring Road Selatan karena kaki pegeeel. 
Sampai rumah pas Maghrib. 
Jarak tempuh menurut gugel mep


Daaan, 
Awal Februari saya udah filtrasi limbah terus anter ke tempat analisis diluar, nungguin hasilnya kok gak keluar-keluar sampai 3 minggu, aih saya langsung melupakan tempat itu, kan janjinya cuma 2 minggu. 
Terus, awal Maret kembali memantapkan niat, sampai buat agenda harian mau ngapain aja.

Selama 4 Minggu akhirnya selesai, yaa meskipun sampai rumah cuma numpang ganti baju, makan di tempat tidur, tidur di lantai, tempat tidur dipakai tempat buku dan coretan-coretan data. Jadi, mau tidur di kasur gak nyaman, makanya saya tiduran dilantai. Sediiih mah kalau dikenang.
Untungnya selama penelitian ada manusia-manusia yang luar bisa pekaaa sekali, saya cuma apdet status BBM mereka langsung cus ke tempat saya bantuin. Angkat akuarium dari lantai 3 ke lantai 1, makasih Farida dan Ade Irma. Terus dirumah mereka bantu angkat air, ajarin SPSS dari awal sampai akhir, saya kan tidak mau diolahkan data, saya harus paham sendiri prosesnya, mereka dengan bijak ajarkan saya dari 0- bisaaa.
Daaaaaan....
Terus ada masalah lagi, uji krom belum rampung-rampung, bawa ke sekolahan temen selama 2 minggu gak ada hasil, katanya alat rusak. Aaaahhh, nangis deh! Terus pindah tempat analisis katanya seminggu jadi, dan setelah seminggu diinfoin (karena saya nge-bom sms yang analisis) kalau alatnya rusak juga, aduh kampreto deh. Nasib nasib! Mana ngejar tanggal 20an buat pendadaran, dan pendaftarannya sampai tanggal 15 April. Deg deg degan, galau mau nangis aduh gimana ini Yaa Allah?
Selama saya penelitian setiap pulang di kamar tutup pintu dan nangis kerjaaannya, nangisnya gak terisak cuma narik-narik ingus tapi bersuara keras, makanya pas nangis saya tutup semua jendela dan pintu.
Menghadap dosen, terus dosen kasih nasehat, alhamdulillah bisa melanjutkan ke pendaftaran pendadaran.
Tapiiii, ternyata mendaftar pun gak segampang daftar paketan internet.
Banyak syarat-syarat yang harus dipenuhi dan beberapa persyaratannya saya hilangkan.
Surat keterangan mengumpulkan laporan KP di Jurusan, gak ada karena belum kumpulkan CD.
Surat keterangan mengumpulkan laporan KP di perpus, gak ada karena ilang.
Nilai toelf, walaupun gak sesuai harapan hanya 445 tapi yaa Alhamdulillah.
KRS, belum ambil di dosen.
KTM, untungnya ada hehehe.
Apa lagi yaa? Oh No SK mau Skripsi, SKnya hilang, berkat Pak Yantooo akhirnya saya tahu nomor SK saya. Masyaa Allah lah kalau diingat hehe.
Pas, mau seminar lagi, saya dapat hari Rabu, terus pas hari Kamis dapat info dosen penguji tidak bisa. Aduuuh? Padahal udah yas yes karena dapat Rabu setidaknya bisa belajar dulu lah, terus nanya-nanya ke teman yang udah seminar. Kemudian, dapat kemudahan, saya ditukar tapi dapat hari Senin jam 10, dan niatnya mau nanya-nanya ke orang-orang yg udah seminar, malah saya jadi yang pertama. Sedih!
Teman saya sedih diundur hari Rabu, saya sedih karena dimajukan hari Senin.
Teruuus, saya tidak punya sepatu pantofel buat seminar, nanya junior kakinya gede semua. Akhirnya saya pun nyari sepatu. 
Selain sepatu, saya juga tidak punya baju putih + rok item. Untung ada Salma yang pinjamkan hehehe.
Nah, hari H pun tiba. Aduh mampuslah, mana selama penelitian sampai H-1 kerjaan cuma nonton OP, yaa gimana saya gugup duluan jadi cari mood dengan nonton anime dong.
Pas jam 8 ke kampus dan saya pakai sendal ke kampus, yaa masa pakai pantofel sepedaan, mau bawa flatshoes kepenuhan isi tas. Di kampus gak ada siapa-siapa, mau sarapan takut sakit perut, akhirnya cuma makan roti setengah dan minum susu kotak.
Terus jam 8.45 tanya Pak Yanto, katanya nanti jam 9.15 aja persiapan materi, jam 9.15 ngecek ruangan plus lepi, dan lepinyaaa gak bisa kecolok dengan LCD, mampus deh!
Mau pinjam awalnya gak ada siapa-siapa, untung datang junior tolongin pinjam netbuknya, mana netbuknya rada susah saya pakai, dia udah bilang sih karena pacarnya pinter otak-atik netbuk jadinya netbuknya cuma manusia tertentu yang bisa menggunakan. 
Ah, yang penting udah bisa dipakai deh!
Nah, terus udah masuk kan, gak ada yang temenin. Sediiiiih #nangiiiiis
Terus masuk ruangan itu ternyata ditanyain KTM, Masyaa Allah ketinggalan di ruang himpunan, saya pun ke ruang himpunan tanpa alas kaki kecuali kos kaki, jadi pantofel saya sembunyikan di belakang pot bunga depan jurusan. Lari ke himpunan. 
Teruuus, mulai persentasi. Ditanya ini itu, dan saking gugup pas ditanya ukuran zeolit, saya jawab kecil seukuran kuku bayi, aduh mulut ini, mau ngomong ukuran 0,5 cm malah jadi seukuran kuku bayi. Ngawur pokoknya, cara bicara acak adut, takut kalau salah dikit bakal pengaruh ke lulus dan tidak. Selesai 1,5 jam, saya disuruh keluar dulu, saya langsung lempar sepatu pas keluar.
Dan taraaaaa! Ada my bro, dan teman-teman. Ahhh, senang lihat ada manusia. Hahaha
Terus sempat foto-foto dikit, dan dipanggil masuk, mana sepatu mana sepatu.
Deg degan, ini adalah pengumuman hasil saya ngoceh selama 1,5 jam.
"Dengan ini kami menyampaikan saudara Istiqomah Shariati Zamani (yang cantik hehehe) dinyatakan TIDAK... Mengulang..."
Ekpresi saya, wkakakaka
"Oh, iya Bu, terimakasih," jawab saya dengan datar.
Yeyeylalalayeyelalala...
Alhamdulillaaah saya tidak mengulang, dan kalau mau yudisium wajib kumpulkan revisian setelah seminar, ikat kepala lagi deh depan kompi.
Naaah, saatnya foto-foto
Dosen Penguji dan Pembimbing II dan Pitiii

Watashi no Ototo, kelihatan kan sendal saya.



Bapak Hadi, Dekan FST dan dosen penguji III

Angkatan tua

Semoga kiri kanan segera menular pakai almamater

Dosen pembimbing dan penguji II

Best partner selama penelitian, dia yang bantuin di lab dan olah data statistik, tambah Irma juga hihi
Ahhh...
Capek juga mengetik hehe, saya mau lanjut baca komik dulu
Eh, revisi dulu biar bisa mengejar yudisium :D
Wassalam, makasih loh yang mau baca ke blog aneh saya ini.

Komentar

BACA JUGA