Forget Me Not

Tulisan ini terinspirasi dari video Forget Me Not. Sumber dapat dilihat di Forget Me Not Video


Setiap pagi, aku melakukan hal yang sama. Mengelap kakinya yang kulepatkkan di atas kakiku. Kakinya telah diselimuti kerutan-kerutan, bahkan sekujur tubuh kami berdua tanpa terasa telah menua. Aku bahkan melupakan waktu, sudah berapa lama kita bersama?
Kupasangkan kaus kakinya. Dia tengah duduk di kursi kesayangannya. Rambutnya telah kusisir rapi. Ia tetap cantik di mataku. Pertanyaannya setiap pagi hari selalu sama, "Siapa kamu?" tanyanya dengan begitu ketus. Dia tidak tersenyum, tapi satu hal yang aku sukai, dia tidak merasa risih setiap melihat orang asing baginya memasangkan kaus kaki. Dalam hati, sejujurnya aku sakit mendengar kalimat itu, namun rasa kecewa dan sakit itu perlahan-lahan menguap seiring dengan kasih sayang yang selalu tumbuh setiap hari untuknya. Bagaikan bunga kembang sepatu dan beberapa tanaman lainnya di halaman rumah kami, tak pernah mati karena aku tak pernah bosan menyiraminya dengan kasih sayang dan cinta. 

"You don't remember me. But, I remember you."