Novel Chetan Bhagat




Assalam.
Saya lupa kapan pertama kali dikasih buku tersebut. Tapi, sebenarnya saya juga tidak tahu kenapa saya bisa kepincut oleh bacaan ini. Awalnya kalau tidak salah pada saat masuk kelas Akademi Berceritanya Bentang Pustaka & Plotpoint, saya tertarik pada satu buku. Gambarnya so sweet menurutku, secara saya perempuan suka dengan hal-hal yang berbau romantis dan sweet. Yah, saya tidak perlu berpura-pura dalam hal ini. Maka sejak saat itu saya mengincar buku tersebut. Kalau tidak salah pada bulan-bulan November - Desember kemarin ada sekaten buku di McDonals, nah di salah satu stand buku yaitu Mizan Group, ada novel tersebut, diskonnya gede juga sih 20%, saya pun mengkalkulasikan kira-kira berapa harga yang saya akan peroleh??? Sialnya saat itu saya sedang tidak membawa uang yang cukup. Saya lagi dalam masa krisis moneter dalam perbankan kedompetan. Seingatku uang tersisa enam puluh atau lima puluh ribu, so alhasil saya hanya membeli buku yang kebetulan murah, dua puluh ribuan harganya. Nggak apa-apa, saya tidak pernah menyesal untuk sebuah buku, yang jelas buku itu di dalamnya pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Itu yang saya pahami selama ini.
Maka setelah kejadian kekerean tersebut, saya envy pas Mbak Michellia dapat buku 2 States.
Oh ya, dari tadi saya hanya mengatakan kalau buku itu sweet, baiklah saya akan menjelaskan sedikit. Cover buku tersebut, bergambar sepasang tangan beda jenis kelamin, artinya sebelah-sebelahan tangan. Dan... di tangan si perempuan mengenakan henna, tidak semua orang mengenakan henna di tangan kecuali untuk acara tertentu, dan ini tentang pernikahan. Novel tentang bagaimana lika-liku yang dijalani untuk sampai ke pelaminan. Nyatanya, pernikahan yang banyak orang bilang gampang, itu susah di India. Tidak semua mengatakan aku ingin menikah denganmu, banyak adat dan aturan yang mendarah daging sehingga menjadi tembok pembatas yang harus dilewati oleh Krish dan Ananya.
Ah, kebanyakan saya cerita, nanti saya akan buat reviwenya di goodreads yah, kalau pas lagi nggak malas.
Daaaan. ketika saya mendapat goodie bag dari akademi bercerita, isinya dua buku. Sejujurnya saya tidak menyukai buku tersebut, jujur, sangat jujur, secara saya orangnya fiksi, kurang minat dengan nonfiksi kecuali bentuknya cerita roman/novel walau pun kisah nyata, nah itu baru saya suka.
Dan dengan ragu-ragu saya menanyakan apakah buku ini bisa ditukar? Awalnya sih kayaknya bau-baunya nggak bisa, buttttt eh ternyata bisa. Wow, maka dengan kegirangan tingkat entahlah tingkat apa, saya menukar kedua buku tersebut. Salah satunya dengan 2 States : The Story of My Marriage. Saya girangnya kurang minta apa coba. Padahal saya tidak pernah membaca novel terjemahan. Selain cover yang sweet tadi, saya tertarik karena tipu daya ada tulisan bahwa karya si novelist telah di filmkan, dan salah satunya adalah 3 Idiots. Daaaan (lagi) saya sangat suka film tersebut. Makanya, itu sih  sebenarnya alasannya saya ingin buku Chetan Bhagat.
And, setelah saya baca karyanya yang ini, saya langsung suka. Karya tulisnya beda, gaya bahasa yang unik, kadang kurang rasional juga sih hehe. Tapi seru.
Maka tadi sore ketika saya ke Bentang Pustaka dan kebetulan sedang dikasih rejeki oleh Allah lewat Ummiku yang baik hati, saya pun membeli dua novel Chetan Bhagat, dan syukurnya kedua buku tersebut diterbitkan di Mizan Group.
Buku yang saya beli Revolution 2020 dan The Idiots.
Makasih Mbak Okie yang berkat NIKnya saya bisa mendapatkan potongan harga lumayan, semoga aja boleh sering-sering minta pakai NIKnya. Hehehe

Okay, CU again, nanti saya akan bikin reviewnya kalau sudah selasai membaca yah! 

Salam, ijet

Komentar

BACA JUGA