Mammaulu Nabi

Assalamu'alaikum... Jama'ah... Oh jama'ah... tamaki dolo... (Kalau ditipi itu jawabannya "yeee" atau "eeee", padahal sebenarnya itu "iye" atau "iya"... sering pedoko kalau dengar jawabannya cuma eee eee yeee...)

Nah, semalam itu seperti biasa, kebiasaan saya untuk ngepoin akun orang, nah mata saya tertuju pada satu akun namanya @Kallolo_Ogi saya hampir lupa kalau melewati tanggal 14 Januari kemarin itu bertepatan dengan 12 Rabiul Awal di bulan Qomariyyah. Pada tahukan kalau tanggal 12 Rabiul Awal, lahirlah seorang nabi, Nabi Muhammad namanya, Aminah nama Ibunya, Abdullah nama ayahnya. (Jangan dilupa loh!)

Nah saya kutip infomasi dari @Kallolo_Ogi dan saya tambah-tambah dikit dengan bahasa saya.
Jadi, biasanya di kampong-kampong Bugis, masyarak beragama Islam biasanya mengingat kelahiran Nabi Muhammad dengan mengadakan taujih dll. Biasanya lagi, acaranya itu dilakukan secara turun temurun dari masa ke masa. Tujuannya, agar kita senantiasa mengingat perjuangan Nabi Muhammad dan meneladani sifat yang dimiliki oleh beliau.

Di kampong Bugis, biasanya setiap rumah menyiapkan menu makanan untuk dihidangkan kepada para tetangga maupun tetamu yang berkunjung. (Oh, ya selain pas Mammaulu pas Mallepe orang juga biasanya menyiapkan makanan untuk tamu, jadi bukan hanya kue-kue :) )
Sebagian makanan atau kue dibawa ke mesjid. Eh, ada satu yang kalian akan temukan pada saat mammaulu (maulid Nabi) di kampong Bugis. Jeng jeng... Male! (bacanya : male) yaitu telur rebus yang dihias biasanya pakai kertas minyak warna warni dan dibentuk sampai cantik. Telur-telur yang dihias diikatkan pada bambu dengan diameter sejemari dan panjangnya ada 10-20 cm, bambunya juga dihias biar cantik.
Setelah itu, telur-telur tadi ditancapkan di batang pohon pisang, ada juga yang menghias telur di replika perahu khas Bugis (Phinisi!!!)


Sebelum acara maulid, ada taujih atau ceramah terlebih dahulu, beberapa juga ada yang berbarzanji. Setelah selesai barulah menyerbu makanan dan telur male...
Nah, dari @Kallolo_Ogi, saya baru tahu kalau ternyata makna menggunakan batang pisang itu karena, pisang adalah salah satu tanaman yang tidak mati meskipun dipotong berkali-kali, baru akan mati kalau telah bermanfaat bagi yang lain.
Selain itu, kenapa pakai telur atau bahasa Bugisnya tello, adalah karena telur memiliki tiga bagian yaitu kulit telur yang dimaknakan sebagai iman, putih telur yang dimaknakan sebagai Islam dan kuning telur maknanya adalag ikhsan.
Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa telur tersebut membawa berkah makanya banyak diperebutkan. (Oh ya saya juga dulu suka rebut-rebut telur disekolah pas Maulidan, lumayan buat makan siang hehe, makanan adalah berkah juga :) )

Semoga kita senantiasa diberi kemudahan dalam segala hal dan semoga kita dapat meneladani kemuliaan Rasullah saw., Maaf jika ada salah, dan mohon bantuannya untuk dikoreksi dan diluruskan.
Sekian dulu infonya. Semoga kita tidak lupa tradisi kita :)
BTW, sudah ada yang bikin male? Bagipi juga saya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

NB : semua foto dari twitpic @Kallolo_Ogi

Komentar

BACA JUGA