Lihat Ke Belakang

saya tahu bahwa setiap orang punya yang namanya harapan. maka hari ini, coba deh renungkan apa-apa saja harapan yang pernah kita ucapkan tahun lalu. bentar lagi akan berganti tahun, kita akan mengganti kalender masehi hingga hilang semua kertasnya tertarik dan kita sobek. maka, akan hilang pula angka-angka yang selama ini kita lingkari atau kita silang di kalender yang bergambar beberapa model terkenal.
tahun lalu pernah saya menuliskan harapan-harapan yang ingin saya capai. eh bukan ding! maksud saya, dulu-dulu sekali, kira-kira tahun 2010 dan 2011.
di antaranya yang telah dikabulkan oleh Allah adalah :


1. saya ingin sekali memiliki sebuah karya yang dicetak. telah lama saya menginginkan memiliki sebuah buku yang di halaman sampulnya tertulis nama saya. setidaknya, nama samaran laah... dan akhirnya keinginan itu pun tercapai. kira-kira bulan juni, buku saya pun tersebar di toko buku. meski pun hingga kini saya kurang tahu bagaimana keadaannya. pernah saya ke toko buku, dan sangat sering sekali saya ke toko buku. saya berjibaku di depan layar komputer yang telah disediakan, saya pun memasukkan keyword judul buku saya. well... bulan desember terakhir kalinya saya pergi ke toko buku, hasilnya buku saya masih terpampang, namun stoknya sudah 0. ada dua hal yang saya pikirkan, apakah buku saya laku keras sampai-sampai stoknya bisa 0 di toko buku? ataukah, buku saya kurang diminati masyarakat sehingga kini dikembalikan ke distributor. saya menghela napas berat, berderit di rongga pernapasan. sudahlah, namanya juga belajar, itu tandanya harus lebih berusaha lagi. 

2. harapan saya yang selanjutnya adalah, saya berharap bisa mengikuti kegiatan yang bertaraf nasional. alhamdulillah, program kreativitas mahasiswa yang saya garap pun sukses. kami bisa ke mataram nusa tenggara barat dengan membawa nama kampus yang tercinta. yeah, walau pun kami tidak membawa suatu kenang-kenangan. sudahlah, itu menjadi good memories. tidak akan saya lupakan. 


3. beasiswa, kalo ini saya sangat bersyukur juga. beasiswa dari dikti saya peroleh, kalo tidak salah duajutaanlah, lumayan kan buat pakai bayar spp atau makan karena kiriman dari orang tua yang terlambat datang. saya lagi menunggu pengiriman beasiswa jilid kedua ini. doakan semoga cepat saja rekening saya berisi.


4. mawapres. entah saya harus berkata apa tentang hal ini. yang jelas, di sini rencananya saya dan teman-teman akan mengikuti pemilihan mahasiswa berprestasi, sayangnya teman-teman saya tidak seorang pun yang mendaftarkan diri. karena saya sudah terlanjur mendaftar, maka mau tidak mau saya pun mengikuti setiap sesi yang dilaksanakan, hasilnya... setidaknya saya telah pernah mengikuti proses penyeleksian. hahah!

5. apa lagi ya? saya lupa. 
ah, kayaknya memiliki koleksi buku. saya sudah punya rak buku sendiri. meskipun sampai saat ini belum terisi penuh tapi setidaknya saya cukup senang dengan kehadiran rak buku tersebut. 



6. qurban. bukannnya saya mau riya karena saya bisa berqurban. tidak! saya kasih tau kamu yang datang membaca blog saya ini. saya dari dulu sangat berharap bisa berqurban, alhamdulillah terkabulkan oleh Allah, dengan honor menulis, saya bisa membeli seekor kambing. yah, maklum uang honor menulis seberapi sih memangnya, belum cukup untuk beli sapi, doakan beberapa tahun ke depan saya pun dapat membeli sapi. sehingga ada kendaraan saya kelak di alam sana :D

dan beberapa lagi yang saya sendiri lupa.
semoga saja, tahun depan bisa lebih banyak harapan dan mimpi saya yang terkabul. bismillah :)

Komentar

BACA JUGA