TRY!

sumber gambar : makebelievetillnothingsreal.com
Tiga kata yang cukup sederhana.
Diambil dari bahasa seberang sana, yang entah kebanyakan orang pun tak tahu.
TRY! Kuulangi sekali, T-R-Y
Ketika bapak bertanya, "Apa yang kau ucapkan nak? terai? cerai?"
Mari mengusap dada bersama, itulah bapak yang tahu kata semangat dari pada 
TRY...
Namun, saat kubisikkan, "Bapak, kita harus semangat dan tetap berusaha. Cobaan itu memang datang ke kita, bukan sekedar menyapa tapi kita harus melewatinya."
Mata bapak berbinar, tatapannya tak lagi nanar. Senyum yang begitu manis terkulum di bibirnya yang kasar dan pecah-pecah.

Kadang, orang tertawa.
Mereka menghina. 
Mencerca.
Lantas bagaimana kita menyikapinya?
Menangis? Benar, menangislah dahulu jika air matamu itu bisa menghilangkan emosi dari semua perkataan mereka.
Marahlah, jika marah itu bisa menguapkan semua rasa dengki agar tak berlarut-larut mengendap.
Setelah itu, biarkan waktu yang terus berjalan ini kita tepuk. 
Mematikkan detik yang terus mengejar.
Matikan dulu waktu itu, waktu ketika mereka menghina.
Coba saat tak berjalan itu diresapi.
Biarkan kita mengulang kembali, dengan semangat yang lebih tersulut dengan kobaran yang lebih membara.
Bukan hasil yang dituju, tapi segala jatuh bangun perjalanan ke sana yang akan terasa berharga.

Kita tak pernah tahu.
Bersemangatlah, berusahalah.
Tak peduli jika akan gagal lagi ataukah berhasil.
Karena kita tak pernah tahu, Jika kita tak berusaha

Con Amore, ishariatiz

No comments:

Post a Comment