Dreams #Chapter 1

Everyone have dreams.
I believed it.
Tidak terkecuali dengan saya. Saya pun punya mimpi, tidak hanya satu tapi segudang banyaknya. Entah dari mana saja mimpi-mimpi itu datang, sampai-sampai memory saya sudah full alias over flow untuk menampungnya. Oya, lain orang lain mimpi. 
Kamu punya mimpi kan?
Apa? Bisa kita berbagi?
Pertanyaanya
"Chi, mimpi kamu apa?"
Baiklah-baiklah, saya akan kasih tahu, jangan ketawa yaa.
Janji?
Waktu kecil, saya punya mimpi ingin jadi dokter. Why?
Menurut saya dokter itu pekerjaan yang terpandang, dapat menolong orang, gaji gede, punya stata sosial berbeda dimasayarakat.
But...
Setelah usaha 2 tahun, dengan berkali-kali gagal.
Baiklah saya cerita. Lolos berkas pas kelas XI, tapi kelas XII gagal berkas. Kenapa bisa? Tanyakan pada panitia.
Trus tes SNMPTN 2 kali gagal (Berhubung saya pilih kedua option bidang tersebut dan keduanya gagal maka hitungannya dua kali gagal)
Tes di swasta 2 kali gagal, 1 kali berhasil! YEAH!
Pertanyaanya : Kenapa sekarang tidak kuliah sebagai mahasiswa kedokteran?
Simple sih, saya gak punya uang cukup. Kuliah semster 1 24 jt, semsetr 2 masih 20 jt. Eleh-eleh. Orang tua hanya PNS kecil-kecilan, gaji sebulan hanya 8-10jt/bulan itu berdua abah dan umi. Bukan cuma kuliah saja yang mau dibayarkan? Makan gimana? Kebutuhan rumah gimana? My bro gimana?
Dan akhirnya saya pun di di jurusan Teknik. 
Pasti gak tau, saya adalah orang yang dulu tidak suka yang namanya teknik. Entahlah, semua yang Allah kasih ke saya Insyaa Allah adalah yang terbaik. 
Dan my dream yang ini kira-kira 1,5 tahun lagi tercapai.
Luluss!
Wisuda!!

Buat, kamu yang masih semester awal, buat dream target 3,5 atau 4 tahunmu berjalan sukses. Caranya yaa belajar sungguh-sungguh. 
Jangan ntar udah semester 3-4-5-6-7-8 malah bilang, "Gak apa-apa saya 10 tahun kuliah S1".
Hey,hey,hey
10 tahun itu bisa kamu pakai kuliah sampai S3. 

No comments:

Post a Comment