Minder itu bikin Emosi

Assalamu'alaikum
Sebelumnya, saya terimakasih kepada seorang teman Kurnia Puspa Dewi yang menginspirasi postingan ini. Terbersit satu kata ketika kita liqo' bersama di mesjid kampus. "Minder itu bikin emosi", yap kira-kira seperti itu yang kawan saya ucapkan. Akhirnya saya pun bilang padanya, "bagus untuk postingan di blog". Dia cuma cengegesan saja...
Ini untukmu kawan :)
cekidot
Pernah kalian dengar kata minder??? Jadi, minder itu bisa dianggap suatu ketidakpercayaan diri seseorang dengan apa yang ada padanya saat ini. Nah, ketidakpercayaan ini berbuntut pada pergaulannya. Jadi, terkadang dia merasa kalau dia yang terburuk dari keadaan sekitarnya. Orang yang minderan itu kadang menempatkan diri sebagai korban, dan tak banyak yang merasa kasihan akan dirinya sendiri. ckckck
Minder ini kadang membuat seseorang menjadi bermental lemah. Belum apa langsung berkata, "saya gak bisa kayaknya"... "saya sangat kurang" dan bla bla bla.
Orang-orang ini menurut saya kadang meninggikan level orang lain dan menurunkan level dia. 
Sebelumnya saya minta maaf kalo ada salah kata, tapi saya bertujuan agar generasi Indonesia itu menjadi generasi yang kuat, PD, dan bangga akan dirinya (bukan sombong)..
Hidup Indonesia!!!
Kita Indonesikan Dunia!!! (jadi ingat Febri Idol kalo ngomong suka bilang, "Kita Tegalkan Indonesia!!!")
Merdeka...

Jadi, orang minderan itu ciri-cirinya seperti dibawah ini : (semoga kalian tidak salah satunya)
1. Suka menyendiri.
Sendiri, sendiri tanpa teman, tanpa kawan. Menanti waktu bergulir dengan rotasinya. Bercakap dengan bayangan senja. Menundukkan wajah. Melarikan diri ketika melihat manusia (apalagi kalo punya utang). Dia selalu menyendiri karena merasa dia berada pada level yang tidak sepadan dengan orang-orang sekitarnya. Merasa paling bawah dan tidak mampu. Jadi, sendiri lebih baik menurutnya. 
Hmmm individualisme sekali.

2. Sangat berhati-hati
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut, karena memang seharusnya kita senantiasa berhati-hati dalam bertindak, berperilaku, berucap dan lain-lain. Namun, terkadang orang-orang yang minder ini senantiasa dibayang-bayangi berasaan salah, takut, gak pantas dan sebagainya. Akhirnya karena selalu berhati-hati yang berlebihan ini mengakibatkan dia jarang melakukan apapun.

3. Terbatas dan merasa banyak salah
Disini, orang-orang yang minder dalam melakukan aktifitasnya apalagi dilingkup sosial, dia membatasi diri dalam bertindak. Pembatasan diri ini dikarenakan karena dia selalu beranggapan bahwa dia yang paling banyak salah atau paling banyak memiliki kekurangan dilingkup sosialnya. Karena terbatasnya ini kadang kala membuatnya sering menolak untuk melakukan tanggung jawab yang besar. Dia akan lebih mengutamakn orang lain yang maju memegang tanggung jawab tersebut.

Karena, ciri-ciri diatas itu kadang kala orang-orang yang minder itu marah pada dirinya sendiri. Mengapa saya begini? Mengapa saya berkekurangan???
Akhirnya akan menyalahkan diri sendiri...
Kenapa dia bisa, kenapa saya tidak (loh?)
Kenapa... kenapa.. kenapa???
Yang ada cuma menyalahkan diri sendiri...
#emosi...

Ingin, ikut sama teman-teman itu tapi takut ditolak...
Ingin menjadi ini, namun takut tidak mampu..

Untuk mengatasi emosi yang diakibatkan karena keminderan itu, sebaiknya kalian harus mencermati beberapa point di bawah ini :
1. Kenali dirimu sendiri
Ingat kawan, yang tau tentang kamu yaa hanya kamu. Jika memang kamu tidak bisa mengenali dirimu sendiri, coba ingat-ingat apa yang kamu dapat lakukan. Misalnya saya mahir menulis puisi. Nah, kembangkan seni dan kreatifitasmu dalam menulis puisi. Ingat! Tidak semua orang mampu melakukan apa yang kamu lakukan...

2. Tutupi kelemahan dengan kelebihan
Lanjutan dari point satu, dengan kemampuan kamu, walau mungkin kamu merasa kemampuan itu sangat sederhana (minder lagi...) terus kembangkan dan asah. Ingat, pisau yang tumpul ketika selalu diasah maka akan menjadi tajam juga.

3. Allah Maha Adil
Semua yang ada ditubuhmu, semua yang ada didirimu adalah pemberian dari Allah. Maka syukurilah kawan :)
Allah tidak menciptakan dengan sia-sia. Apapun kekurangan itu berusahalah berpositif thinking (saya juga lagi belajar berpositif thinking)
Misalnya : saya berbadan kecil. Minder, usia mahasiswa tapi badanku kecil. So, positif thinking saja "Allah, kasih badan kecil supaya kita memiliki jiwa yang besar"
Eh, kalo kamu berbadan kecil tapi udah kuliah, jangan salah... Orang-orang malah menganggap kamu itu kelas akselerasi :)

4. Hadapi rasa takutmu
Cara paling ampuh untuk menghilangkan minder ialah kamu harus "berani". Berani di tempat umum, berani untuk tunjukkan kemampuan kamu. Berani dalam tekat untuk belajar dan berusaha.
Nah, dengan modal keberanian ini tentu kamu akan mengubah rasa takut dan mindermu menjadi suatu loncatan untuk ke kemajuan dalam bersosial dan berkembang

Mulai dari sekarang yap!!!



No comments:

Post a Comment