#RandomTips: Aplikasi yang Kamu Butuhkan di Belanda

gambar dokumentasi pribadi


Sebenarnya, mau nulis tentang part ini dari jauh-jauh hari alias tahun lalu tapi selalu ditunda-ditunda ditunda akhirnya barulah sempat menulis. Oh ya, postingan seperti ini sudah pernah dibagikan oleh kak Adlien di blog pribadinya dengan judul 7 Apps Smartphone by Adlien, kalian bisa mengklik karena ada beberapa aplikasi yang sedikit berbeda dengan kebutuhan saya. Namanya juga tiap orang kebutuhannya pasti berbeda juga.

Oh ya, sekarang memasuki tahun kedua saya berkuliah di Wageningen University. Tidak terasa mau thesis saja. Hiks hiks!

Daftar beberapa aplikasi di bawah ini sebenarnya penting dan tidak penting, karena menggunakan google pun bisa tanpa harus mendownload aplikasinya, tapi kalau mau mendownload aplikasi malah lebih bagus juga sih.

#RandomTalk : Pendapat tentang Makanan tidak Halal?

*Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, apa yang saya rasakan. Semoga bisa dilihat dari posisi yang netral.

Sedikit Bercerita

Sejak sebelum saya tinggal di negara minoritas ini, saya sudah memiliki lumayan banyak teman dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Ketika saya SD pun saya berada di lingkungan yang amat sangat bercampur dan hidup berdampingan dengan beragam perbedaan. Agama Islam, Hindu dan Kristiani hidup damai di desa tempat saya kecil. Bahkan lokasi Gereja dan Mesjid hanya dibatasi dengan pagar saja. Demikian pula dengan Pura, hanya beberapa ratus meter dari dua tempat beribadah lainnya. Di dekat kuburan umum, terdapat satu pura kecil yang nampaknya digunakan sebagai tempat beribadah juga. Tiap malam anjing di rumah-rumah warga Kristiani dan Hindu menggonggong, saya tidak pernah mendengar ada yang meributkan tentang hal ini. 

#JalanRandom : Marhaba, Morocco!



Kami tiba di Bandara Madrid amat sangat tepat waktu, kami harus pindah dari terminal empat (T4) ke terminal satu (T1) bandara dengan menggunakan bus yang disedikan oleh pihak bandara. Kami menyempatkan untuk mengisi perut dengan membeli fish burger di King Burger bandara sebelum akhirnya masuk ke dalam untuk check-in. Sesaat sebelum check-in saya menyadari suatu hal yang saya lupakan. Ketika melewati scanning, tidak ada pengecekan dan segalanya aman. Laila berkata, "It is fine, Isti." Lalu perasaan saya tidak enak, "No, Laila. It is not fine. I forget my skin care stuffs in the airbnb room!"

Yap, saya melupakan semua peralatan skincare, sikat gigi, pasta gigi, dan juga sunblock disana. Setelah memasuki ruangan demi ruangan, saya pun segera menghubungi pihak airbnb kiranya ketika menemukan bisa segera mengirimkan barang-barang saya yang tertinggal tersebut ke alamat housing saya. Sayangnya, mereka mengatakan bahwa tidak menemukan apapun. 

#JalanRandom : Ciao, Italy!

*) Agak seperti cerpen, biar kalian berasa baca wattpad

Akhirnya tanggal 11 Juli pun tiba, saya bergegas untuk ke stasiun Ede-Wageningen. Waktu itu, saya pikir saya harus berjalan kaki terlebih dahulu ke shelter Houvestein, syukurlah ketika menggeret koper saya melihat dari kejauhan bus syntus 86 yang melewati shelter Nobelweg (dekat rumah). Waktu itu pukul 7.30, masih sangat pagi. Saya janjian bertemu dengan Laila seharusnya pukul 8.30an di stasiun karena kami akan mengambil kereta sebelum pukul 9 pagi.